
Pariwisata telah ditetapkan menjadi sektor prioritas pembangunan nasional selain infrastruktur, pangan, energi dan maritime. Sumbangsih sebesar USD 1 juta dan menghasilkan PDB USD 1,7 juta atau 170%. Jika ditarik ke presentase pertumbuhan penerimaan devisa, pariwisata bahkan memperlihatkan pertumbuhan yang paling menggembirakan. Berdasarkan hal tersebut, pariwisata memang sektor yang paling menarik untuk dijadikan core business. Di berbagai negara, pariwisata tetap jadi primadona. Meskipun krisis global terjadi beberapa kali, jumlah perjalanan wisatawan internasional di indonesia tetap menunjukkan pertumbuhan yang positif. Selain itu, efek domino dari pariwisata juga terasa dahsyat dan sangat signifikan dalam perekonomian yaitu jika dikaitkan dengan industry pangan (wisata kuliner).

Seiring dengan perkembangan jaman, berwisata kuliner merupakan hal yang wajib dilakukan oleh sebagian wisatawan. Bukan hanya wisatawan luar kota saja, bahkan wisatawan lokal pun cenderung melakukan hal yang sama. Kekayaan budaya Indonesia dibidang kuliner mulai dari jenis makanan, cita rasa dan cara penyajiannya, memiliki daya tarik tersendiri bagi sebagian wisatawan.
Dilihat dari fenomena tersebut, perkembangan usaha pada bidang kuliner khususnya restoran berkembang sangat cepat dan lebih baik. Peluang yang diberikan sangat besar dan menjanjikan, karena pola pikir, gaya hidup dan kebiasaan masyarakat yang berubah akibat perkembangan jaman. Restoran pada jaman sekarang ini tidak hanya sekedar menjual makanan, namun perpaduan cita rasa yang unik, lingkungan, cara penyajian bahkan suasana yang diberikan oleh restoran tersebut. Maka tidak heran timbul persaingan bisnis yang ketat untuk menarik perhatian konsumen.

Karena alasan-alasan diatas, jika berkesempatan untuk berwirausaha, saya akan membangun sebuah reatoran. Memang diperlukan upaya-upaya untuk menarik perhatian konsumen dalam upaya mengembangkan usaha restoran. Salah satu hal yang dapat dilakukan di era revolusi industri 4.0 ini adalah dengan memanfaatkan pemasaran secara digital. Pemasaran secara digital dimulai dengan melakukan posting brand di internet atau media sosial. Posting brand adalah konten yang memiliki tujuan utama keterlibatan. Posting ini dapat berupa apa saja mulai dari kutipan motivasi, kontes, hadiah hingga ulasan dan testimonial. Dengan digital marketing restoran, hadiah, kontes, dan pos interaktif lainnya adalah salah satu cara terbaik untuk dengan cepat meningkatkan keterlibatan dan pengikut di halaman media sosial melalui posting brand.

Setelah melakukan posting brand, membuat iklan di jejaring sosial tentang restoran juga perlu dilakukan. Jejaring sosial adalah salah satu strategi penjualan dengan memanfaatkan situs situs ternama di dunia seperti instagram, twitter, dan facebook. Strategi pemasaran sosial sangat efektif untuk meraup pelanggan, usahakan anda mengelola akun media sosial dengan demografi yang menarik minat pelanggan. Perlu dibangun hubungan antara pelanggan dan penjual, terlebih dalam hal komunikasi. Selain itu usahakan akun media sosial marketing dibuat dengan aktif memberikan konten setiap hari, untuk membangun kredibilitas sehingga kedepannya konsumen dapat memberikan loyalitas terhadap bisnis.

Selain media sosial, restoran saya akan mengggunakan sistem SEO. SEO adalah menempatkan profil restoran di halaman pertama mesin pencari Google, Bing maupun Yahoo dengan kata kunci tertentu sehingga calon konsumen mudah menemukan restoran kita. SEO merupakan cara marketing paling efisien saat ini. Penggunaan smartphone pada era digital ini juga meningkatkan menggunaan aplikasi jasa pengiriman makanan seperti gofood. Usaha lain yang bisa dilakukan adalah menawarkan mendaftarkan restoran pada aplikasi tersebut karena layanan online memberikan pengaruh yang cukup besar dalam perkembangan restoran, dengan teknologi seperti itu loyalitas pelanggan dapat didapatkan dengan mudah.

Terakhir, upaya yang bisa dilakukan adalah menentukan target pasar. Apabila target pasar adalah melenial maka restoran juga sebaiknya lebih mengenali generasi millennial lebih dalam, dengan alasan bisnis kuliner mengikuti perkembangan. Studi menemukan bahwa generasi millennial memiliki tingkat kesabaran yang rendah dan sulitnya menemukan kepuasan dalam memilih tempat makanan. Saat memilih restoran yang akan dituju, generasi millennial akan membaca atau meminta rekomendasi oleh teman, hal ini berarti generasi ini akan lebih mudah mempercayai kredibilitas restoran anda melalui ulasan ulasan dari pelanggan. Sekitar hampir kurang lebih 60% pelanggan memutuskan untuk tidak jadi pergi karena telah membaca ulasan buruk mengenai sebuah restoran. Contoh lain generasi milenial lebih menyukai tempat “nongkrong”, ide tersebut dapat saya terapkan di restoran dengan membangun sebuah area khusus bagi mereka.